Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mati. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Wah! ML Ternyata Ajang Kematian


INILAH.COM,Jakarta - Banyak rumors yang beredar bahwa hubungan seks bisa membuat kita menjadi sehat. Namun beberapa peneliti membuktikan bahwa 'ML' ternyata bisa memperburuk kesehatan.

Penelitian yang dilakukan Dr Jens Rolff dan Dr Michael Siva-Jothy dari Universitas Sheffield menggunakan serangga mealworm sebagai binatang percobaan mereka. Mereka menganggap prinsip yang sama pada serangga ini bisa diaplikasikan pada makhluk lainnya, termasuk manusia.

Mereka mengemukakan bahwa hormon penyebab serangga kawin itulah yang mengurangi harapan hidup serangga itu sehingga menjadi lebih pendek.

Peneliti mengatakan, hormon yang dilepaskan setelah serangga ini ‘berkumpul’ mempengaruhi enzim yang vital untuk mempertahankan fungsi sistem kekebalan hewan tersebut. Karena itulah serangga ini lebih rentan kena infeksi dan umur hidupnya juga sebentar. Serangga mealworm, lebih dikenal sebagai makanan untuk hewan reptil dan burung-burung.

Sebetulnya sudah sejak dulu diketahui bahwa perkawinan di antara serangga dapat menurunkan harapan hidupnya. Tetapi penelitian inilah yang pertama kali menjelaskan mengapa hal ini dapat terjadi.

Dr Siva-Jothy mengatakan, “Organisme inilah yang paling banyak kawin, sehingga mereka lebih sukses dalam termin evolusioner, dan menurunkan harapan hidup mereka dalam prosesnya.”

Saat sistem kekebalan serangga ini menurun, mereka jadi rentan pada parasit, sehingga penelitian ini juga memiliki implilkasi atas kontrol hewan, yang akan lebih efektif saat serangga ini kawin.

Penelitian ini juga membantu menjelaskan bagaimana terjadinya penyakit menular seksual, yaitu dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh saat manusia melakukan hubungan seks. Penyakit semacam ini juga pada akhirnya memiliki kemungkinan menurunkan harapan hidup manusia.

(from: www.gayahidup.inilah.com)

Hembing, Maestro Herbal Indonesia, Telah Tiada


TEMPO Interaktif, Jakarta - Hembing Wijayakusuma pada Senin, 8 Agustus 2011, pukul 01.30 telah meninggal dunia. Dalam siaran pers dari The Hembing Center, disebutkan ayah tiga putra-putri ini meninggal pada usia 71 tahun di Rumah Sakit Medistra Jakarta.

Pria kelahiran Medan ini dikenal karena ilmu herbal dari tanaman lokal. Ia aktif mengkampanyekan tanaman obat asli Indonesia sebagai terapi kesehatan.

Bukunya yang berjudul 'Hidup Sehat Cara Hembing' memaparkan aneka tanaman yang bisa digunakan sebagai obat mulai dari penyakit kulit hingga terapi kanker.

Lulusan Chinese Medical Institute-Chinese Pharmacology and Acupuncture ini juga aktif di dunia pendidikan sejak 1975. Awalnya Ia diangkat sebagai penasihat di almamaternya, lalu beralih menjadi penasihat konsultan pada Journal of Kyoto Pain Control Institute Jepang pada tahun 1975. Hingga akhirnya menjabat sebagai Wakil Presiden World Academy Society of Acupuncture Korea Selatan pada tahun yang sama.

Ketekunannya terhadap tanaman obat membuahkan sejumlah penghargaan. Pada 1987, Hembing mendapat penghargaan dari Academician of Merit Award dari Lembaga International Dag Hammerskjold dan Diplomatic Academy of Peace dari Malaga, Spanyol.

Dari dalam negeri, putra pasangan HS Chong dan Kuan Lie Thau ini mendapat Bintang Jasa Utama dari pemerintah. Sementara dari Menteri Lingkungan Hidup, Hembing mendapat tanda jasa atas upayanya menggunakan tanaman obat sebagai pengobatan tradisional.

Adapun Menteri Kehutanan dan Perkebunan juga mengganjar Hembing dengan penghargaan atas terapi sengatan lebah. Total penghargaan yang dikumpulkan Hembing mencapai 30 buah, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

(from: www.tempointeraktif.com)