Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

Lepaskan Duka dengan Sehat


RASA sedih dan duka adalah perasaan normal yang disebabkan stres seperti kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, atau sakit. Perasaan itu juga tak bisa dihindari di bulan puasa ini.

Sayangnya, tak semua orang mampu mengekspresikan perasaan ini dengan cara yang sehat. Bila salah mengekspresikannya, dapat menyebabkan perilaku yang berbahaya. Maka itu, sangat penting untuk tahu bagaimana melepaskan emosi dengan cara yang sehat dan tepat.

1. Menangislah jika Anda tak tahan. Menangis bukan merupakan ekspresi kelemahan. Bahkan, beberapa peneliti menyatakan bahwa menangis melepaskan hormon tambahan di dalam tubuh yang membuat Anda merasa lebih baik.

2. Menulis tentang perasaan Anda. Bawa selalu buku catatan kecil. Setiap kali merasa sedih, ambil buku tersebut dan tulis saja apa yang Anda rasakan. Yang paling penting adalah Anda menulis dengan jujur.

3. Jika dibutuhkan, temui psikolog. Melalui terapi perilaku kognitif, mereka dapat membantu Anda mengarahkan pikiran yang mengatasi perasaan sedih.

4. Miliki kesehatan emosional yang positif dengan tetap terhubung dengan orang lain. Rencanakan kegiatan dengan teman dan anggota keluarga. Berbicaralah dengan teman dan beri tahu mereka tentang perasaan Anda.

5. Cari hobi positif dan menyenangkan supaya menyingkirkan rasa sakit dan frustrasi, seperti melukis, mematung, menggambar, atau menyanyi.

6. Anda bisa melepaskan hormon stres karena emosional dengan berolahraga secara teratur. Bonusnya, Anda akan menghasilkan endorfin yang menimbulkan perasaan bahagia.

(from: www.metrotvnews.com)

Senin, 08 Agustus 2011

Wah! ML Ternyata Ajang Kematian


INILAH.COM,Jakarta - Banyak rumors yang beredar bahwa hubungan seks bisa membuat kita menjadi sehat. Namun beberapa peneliti membuktikan bahwa 'ML' ternyata bisa memperburuk kesehatan.

Penelitian yang dilakukan Dr Jens Rolff dan Dr Michael Siva-Jothy dari Universitas Sheffield menggunakan serangga mealworm sebagai binatang percobaan mereka. Mereka menganggap prinsip yang sama pada serangga ini bisa diaplikasikan pada makhluk lainnya, termasuk manusia.

Mereka mengemukakan bahwa hormon penyebab serangga kawin itulah yang mengurangi harapan hidup serangga itu sehingga menjadi lebih pendek.

Peneliti mengatakan, hormon yang dilepaskan setelah serangga ini ‘berkumpul’ mempengaruhi enzim yang vital untuk mempertahankan fungsi sistem kekebalan hewan tersebut. Karena itulah serangga ini lebih rentan kena infeksi dan umur hidupnya juga sebentar. Serangga mealworm, lebih dikenal sebagai makanan untuk hewan reptil dan burung-burung.

Sebetulnya sudah sejak dulu diketahui bahwa perkawinan di antara serangga dapat menurunkan harapan hidupnya. Tetapi penelitian inilah yang pertama kali menjelaskan mengapa hal ini dapat terjadi.

Dr Siva-Jothy mengatakan, “Organisme inilah yang paling banyak kawin, sehingga mereka lebih sukses dalam termin evolusioner, dan menurunkan harapan hidup mereka dalam prosesnya.”

Saat sistem kekebalan serangga ini menurun, mereka jadi rentan pada parasit, sehingga penelitian ini juga memiliki implilkasi atas kontrol hewan, yang akan lebih efektif saat serangga ini kawin.

Penelitian ini juga membantu menjelaskan bagaimana terjadinya penyakit menular seksual, yaitu dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh saat manusia melakukan hubungan seks. Penyakit semacam ini juga pada akhirnya memiliki kemungkinan menurunkan harapan hidup manusia.

(from: www.gayahidup.inilah.com)

Minggu, 07 Agustus 2011

7 Langkah Olah Tubuh untuk Otak


TEMPO Interaktif, Jakarta - Kegiatan-kegiatan ini bisa kita lakukan untuk membantu memperbaiki proses berpikir, termasuk bagi Anda yang kesulitan berpikir secara fresh, atau membantu anak-anak penderita autisme untuk mengurangi gejala dan keluhannya.

1. Lakukan olah fisik yang melibatkan latihan pernapasan. Makin baik sistem pernapasan, maka makin baik pula aliran oksigen ke darah kemudian ke otak.

2. Lakukan olah fisik yang bervariasi dan melibatkan semua otot tubuh, terutama yang melibatkan koordinasi otot, postur, dan keseimbangan tubuh.

3. Sesering mungkin lakukan olah fisik untuk otot motorik halus, seperti otot-otot jemari.

4. Olah fisik yang melibatkan konsentrasi pikiran akan lebih mempertinggi daya ingat. Tari saman dari Aceh adalah contoh olah fisik paling baik untuk melatih koordinasi, konsentrasi, keseimbangan, dan postur.

5. Latihlah tubuh untuk menyesuaikan dengan posisi duduk dan berdiri secara bergantian. Max Vercruysen dari Universitas Southern California menemukan kasus, ketika seseorang berdiri, akan terjadi peningkatan denyut jantung rata-rata 10 denyutan setiap menit. Artinya, dibandingkan dengan duduk, posisi berdiri lebih banyak mengalirkan darah dan oksigen ke otak.

6. Lakukan olah fisik yang melibatkan lebih dari dua indra. Sebab seluruh bagian otak akan teraktivasi secara bersama-sama.

7. Latih tubuh untuk melakukan proses relaksasi. Relaksasi dapat membuat pernapasan, denyut jantung, dan gelombang otak relatif lebih stabil untuk membantu proses konsolidasi informasi di otak.

Sumber: Brain Management for Self Improvement

(from: www.tempointeraktif.com)


Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak


TEMPO Interaktif, Jakarta - Otak merekam kegiatan yang dilakukan secara simultan. Begitu juga dengan aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh diajak menjalani rutinitas sahur, menahan diri dari makan, minum, dan seks, kemudian berbuka di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya.

Berpuasa menjadi bagian dari perintah agama. Sementara itu agama dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa puasa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat mengalami regenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya karena latihan mental yang terus-menerus,” kata Taufik kepada Tempo.

Bahasa awamnya, kata dia, apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, struktur otaknya akan berubah. Waktu yang dibutuhkan untuk mengubah sel saraf itu minimal 21 hari. Menurut Taufik, puasa adalah latihan mental yang menggunakan perantara latihan menahan kebutuhan fisik (makan, minum, seks).

Selain membentuk struktur otak baru, Taufik menjelaskan bahwa puasa merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tetapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama puasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Contohnya, kata dia, otak dapat mengingat dengan baik di saat tenang dan rileks. Ketika tidur, biasanya orang bermimpi. Kenapa? Karena di waktu ini otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya. Di dalam Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang dalam suasana tenang orang dapat berpikir dengan baik dan memiliki kepekaan hati yang tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi permasalahan,” katanya.

Luqman al-Hakim pernah menasihati anaknya, "Wahai anakku, apabila perut dipenuhi makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari menuturkan hikmah (kebijaksanaan), dan malaslah segala anggota badan untuk beribadah."

Otak terdiri atas triliunan sel yang terhubung satu dengan lainnya. Di dalamnya bisa disimpan 1 miliar bit memori atau ingatan. Ini sama dengan informasi dari 500 set ensiklopedia lengkap.

Di dalam otak, ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Fungsinya sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang mati atau sakit akan 'dimakan' oleh sel-sel neuroglial ini. Fisikawan Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Ketika mendonasikan tubuhnya, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan John Rately, seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak mereka yang berpuasa dan yang tidak. Hasilnya, orang yang shaum memiliki aktivitas motor korteks yang meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik mengatakan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia

(from: www.tempointeraktif.com)

Sabtu, 06 Agustus 2011

Efek Dahsyat Senyuman


VIVAnews - Jangan ragu menebar senyum pada orang di sekeliling Anda. Meski sederhana, ekspresi keceriaan ini memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.

Senyum akan mengaktifkan sejumlah elemen tubuh yang memicu pelepasan dopamin, hormon penumbuh rasa bahagia. Setidaknya ada tujuh alasan penting yang mungkin bisa memengaruhi Anda untuk tak pelit tersenyum, seperti dikutip dari laman Shine:

1. Senyum mencipta bahagia
Meski sepele, tersenyum pada orang lain terkadang bukan perkara mudah. Tapi, coba lakukan walau suasana hati sedang galau. Sebab, peningkatan hormon dopamin yang tercipta akan mengelabui tubuh dan pikiran atas kegundahan yang terjadi. Apalagi ketika senyum Anda terbalas orang lain, rasa bahagia pun berlipat.

2. Senyum usir stres
Saat stres, otot-otot rahang biasanya terasa kaku, yang pada tingkat tertentu dapat menyebabkan sakit kepala. Dengan tersenyum, stres bisa berkurang karena mampu membuat otot rahang sedikit relaks dan meminimalkan garis kerutan di dahi. Untuk itu, jangan ragu untuk tersenyum setiap hari.

3. Senyum tingkatkan sistem kekebalan tubuh
Ketika tersenyum, tubuh Anda secara alami merasa relaks. Ketika Anda relaks, sistem kekebalan tubuh pun dapat berfungsi secara optimal. Bahkan, membantu melawan pilek dan flu.

4. Senyum menurunkan tekanan darah
Tersenyum bisa menghilangkan ketegangan pikiran dan membuat otot-otot wajah relaks. Kondisi ini tak hanya meredam stres, tapi juga menstabilkan tekanan darah. Senyumlah selama lima menit sambil santai menikmati pemandangan atau bermain dengan hewan peliharaan. Anda akan merasakan perbedaan.

5. Senyum obat alami penyembuh sakit
Tersenyum membantu tubuh melepaskan endorfin alami dan serotonin yang bekerja sama untuk membantu tubuh merasa lebih baik dan meminimalkan sensasi sakit.

6. Senyum membuat awet muda
Tersenyum membantu melunakkan garis dan kerutan di dahi. Lupakan facelift dan metode kecantikan mahal lainnya. Cukup dengan sering melempar senyum, Anda mendapat obat mujarab untuk mempertahankan keremajaan kulit.

7. Tersenyum menumbuhkan percaya diri
Tersenyum tak hanya menumbuhkan bahagia dalam diri sendiri, tapi juga menular pada orang sekeliling. Kondisi inilah yang pada akhirnya mencipta suasana yang tidak tegang. Dalam suasana relaks, rasa percaya diri pun otomatis meningkat karena mampu bekerja tanpa beban berlebih.

Jadi, jangan ragu menebar senyum!

(from: http://kosmo.vivanews.com/news/read/237306-efek-dahsyat-senyuman)